Senin, 04 November 2019

Masa Depan Hari Tuhan Ditentukan Oleh Pribadi Orang



Tema:
Masa Depan Papua dan Masa Depan Hari Tuhan
Ditentukan Oleh Pribadi Orang
(Bahan Kotbah: Matius 19:16-26)
Oleh:        Hetang J. Asso
Minggu 02/11/2019


Foto Oleh: Gust Lagost. di Doyo Baru
Berbicara masa depan adalah sesungguhnya sebuah angan-angan, kayalan, mimpi di ruang gelap ketika ditelinga datang semacam gemuru, sebuh mimpi di siang hari dibawa alam sadar yang kemungkinan berada disaat-saat menyindiri/alone ditepi sungai, pantai dls, yang seandai-andai. Contoh sebuah andai kata: kalo saat itu aku beruang, aku sudah membeli sebuah pesawat kecil melayani masyarakatku di daerah pedalaman seperti fasilitas Ny. Susi (mantan kemen RI) sekarang ini.

Okeylah, kita melupakan semuah khayalan ini dan pandanglah perputaran dunia hari-hari ini, yang mengalami pergeseran nilai secara siknifikan. Apakah anda sedang mengkalikulasikan hari-hari ini? Sungguh aku jujur saja berkata: No! dari hari ke- hari, tahun ke – tahun, pengetahuan dan ilmu perkebang terus. Akumulasi pengetahuan dan pengamalannya mepermudah dan memperingan usaha manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, (Gunarsa & Gunarsa, 2001,7). Baru-baru inipun tuan Victor Yeimo selaku ketua umum KNPB Pusat telah meramalkan berdasarkan akumulasi kemalasan dan kemiskinan manusia Papua di Papua yang pada akhirnya atas ketahanan hidup sudah tak berpengharapan. pergeseran nilai-nilai unfersal lokal ketahanan hidup sudah runtuh oleh pengaruhnya dana-dana desa/kampung. orang-orang Papua yang sudah tak berkebun lagi, sudah tidak berburu, sudah tidak tokok saggu, semuanya serba instan, maka ia dengan sadar mengeluarkan himbauan itu kepada seluruh rakyat Papua untuk mempertahankan pangan local, bukan Papua Merdeka sementara eskalasi demonsterasi Referendum West Papua begitu derastis. hal ini adalah berdasarkan akumulasi yang panjang. Karena manusia hari-hari ini tidak mau lagi terlalu bergantung dan menyerah, (Gunarsa & Gunarsa, 2001,7) pada realitas hidup dengan bawasannya kami miskin. Yang sebetulnya bukan miskin dan itu hanya peralihan pergeseran nilai ketahanan hidup dari dunia pemerintahan. Manusia sangat sensitive ketika itu ketahan hidup tidak mumpuni, tentu saja geretak gigi dan akibatnya malapetaka seperti keadaan Sion yang dasyat rumitnya (Ratapan 5:1-22;4:1-9).

(Ay. 9) lebih bahagia mereka yang gugur karena pedang dari pada mereka yang tewas karena lapar, yang merana dan mati sebab tak ada hasil lading.

Dari bacaan kita hari ini (Mat. 19:16-26), Firman Tuhan hendak menceritrakan kepada saya dan kita semua tentang salah seorang kaya yang sukar masuk kedalam kerajaan sorga. Oleh karena itu kita perlu ketahui siapakah si orang kaya itu?  Walaupun narasi dari naska ini perikopnya adalah “seorang mudaya yang kaya”. Namun  (Mat. 19:16) teks Alkitab tidak menyebutkan sebetulnya siapa orang muda itu dengan gelar/nama, melainkan Alkitab menyebut “ada seorang” tanpa diketahui siapa itu dia. Sedangkan dalam kitab lain dalam perikop yang sama (Mar. 10:17), itupun tidak menyebut secara terang-terangan tentang nama maupun gelar. Kita musti harus terus mencari tahu sesungguhnya siapa orang itu yang hendak mencari tahun tentang “ke-baik-kan” (Luk. 18:18) ….. Lukas yang mau mengakui bahwa orang itu adalah seorang “pemimpin” maka itu tidak salahlah dikatakan seorang kaya.

Secara historical dengan pendekatan teks bacaan ini, yang sebenarnya orang kaya yang bergegas menghampiri dan berlutut di hadapan Yesus ini hanya mau ingin menyanyakan tetapi dibalik itu hanya manifestasi belaka yang bawasan sesungguhnya ialah ingin enunjukan diri. Kita bias saja berkata orang ini adalah dungu atau tak waras. Kenapa dikatakan demikian?

·   Adanya narasi yang analogis (bc. Ay. 16): Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Yang menjadi objek  adalah “perbuatan baik” dan menjadi subjek “untuk memperoleh hidup yang kekal”.     

 Karena Yesus mengetahui bagian klausa dari pada tujuan datangnya seorang pemimpin yang hendak berlutut dan bertanya dihadapan-Nya ini, maka Ia menyerang balik (bc. Ay. 17) : Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang “baik”? naun orang itu masih bersi keras dan rasanya semua kebaikan itu sudah dilakukan (bc. Ay. 18) : Perintah yang mana?

Yesus hanya bisa menjawab atas narasi-narasi ini dengan hukum KASIH/AGAPE/LOVE (bc. Ay. 18-19; Kel. 20:13-16 dan 12; Ul. 5:17-20; ). Walaupun Yesus mengajarkannya kepada orang itu tentang pasal AGAPE, masih belum puas lagi dan terus bertanya bahwa bawasanya, semua perintah itu sudah ku turuti (bc. Ay.20).

Bagi Yesus, yang sempurna itu hanyalah Allah dan Ia sendiripun belum sempurna kalo pekerjaan-pekerjaan Allah itu belum dinyatakan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu Ia terus meminta orang tersebut melibatkan diri kedalam pelayanan pekerjaan Allah adalah KASIH/LOVE (bc. Ay. 21-22). Ia diperintahkan untuk menjual semua hakrta kekayaan dan kehormatannya lalu meminta memberi seluruh perhatiannya kepada KASIH maka uji kelayakan sempurna dan tidaknya itu akan ada disitu. Yesus sendripun tahu akan berujung dari semua pelayanan KASIH itu adalah malapetaka. Apa itu malapetaka? Ya itu adalah akan berujung kematian pada tangan penguasa, maka akhirnya juga semuanya itu nyata di dalam diri-Nya mati di atas kayu salib.

Saya sempat menonton di sala satu URL YouTube, yaitu acara Kic Anddy Fondation yang diperankan sebagai komentator oleh (bung. Deddy), dalam acara ini tamu yang di undang dan hadir adalah “pak Ahok” mantan Gubernur DKI Jakarta ketika itu ditanya oleh komentator untu keingin tahuan pelayanan sosialisme dan nasionalismenya sebagai mantan politikus, memang saat itu pak Ahok sosok politikus yang selalu menimbulkan konterversial ini, sementara setelah ia keluar dari  penjara, atas pertanyaannya ia menjawab dengan pepeta  Tiongkok kuno yang sederhana, yaitu: “kuda yang baik tidak makan rumput dibelakangnya” dalam artiannya: Dulu kan tidak ada alat sttyscen,donscen untuk mendeteksi. Untuk itu waktu anak kuda itu lahir, mau mengecek kuda mana yang baik, yang bisa berpacu dan bisa berperang, itu dites, kasi makan rumput pada pagi hari. Nah kuda yang baik itu, kalo dia saat makan rumput, terussss maju, dia tidak perna balik,  kuda yang tidak baik berpacu dibalikin kebilakang, (Daddy & vs Ahok, 2017).

JIWA MERDEKA

Puisi untuk pak Ahok yang dilukis oleh Romo Benny Sutasyo

Jiwa merdeka memancarkan sebesar cahaya, waja semerbak, bagaikan kapas yang ringan tanpa bebapan, ketakutuannya hanya suara nurani dan nurani itu bergetar dalam jiwanya, tak perna padam lawan tirani nasu keserakahan, jiwa merdeka tak perna takut kehilangan takta dan kuasa, karena dia mendirikan bagaikan busur pana yang menusuk jantung hati kelaliman, jiwa merdeka tunduk pada suara-suara nurani yang berkemah didalam kalbunya. Jiwa itu hanya milik insane dan takut akan Tuhannya, insane nurani yang memancarkan dalam kalbu setiap insane yang tahu akan Tuhannya, nurani bergetar dan nurani itu tak akan ati dan tak akan mati dalam nurani ada dalam jiwamu, (Andy, Sutasyo, & Ahok, 2017).

Dengan rasa kesal yang dalam, Ia menyadari kejadian ini adalah merupakan pelajaran berharga bagi diri-Nya dan mengkhususkan perhatian-Nya kepada para pengikut (bc. Ay.23-26): sesungguhnya sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk kedala kerajaan sorga. Dan Ia mengulangi lagi bahwa “lebih mudah seekor unta asuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk kedalam kerajaan Allah”. Para muridnya dalam kebingungan ketika mendengar kata-kata Guru itu sementara dalam keadaan tawar menawar siapa yang akan selamat dalam hal kerajaan Allah, dan Yesus terus berkata: “bagi manusia hal ini tidak ungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu ungkin.

Dari kerangka isi cerita Firman Tuhan ini, untuk MENENTUKAN MASA DEPAN adalah harus RADIKAL oleh setiap kita masing-asing. Andai kata dalam rangka persiapan kemerdekaan suatu bangsa yang hendak berpisa diri dari penjajahan kedaulatan Negara, kelompoknya harus radikal. Orang berkata apapun, melakukan apapun secara reperesip sebagai upaya para otoriter Negara itu, tetap radikal. Dalam radikalisme itu, sang pemimpin mampu menggaungkan orang kedalam berbagai aspek diantaranya hubungan diplomat, militeral, pertahanan pangan, dll, dll untuk memperkuat penentuan nasib bangsa itu sendiri di masa depan yang cemerlang.

Bapak dan ibu serta saudara sekalian, hal menentukan kita masuk kedalam kerajaan Allah atau tidaknya, tergantung dari radikalisme kita hari ini. orang lain banyak yang ditawarkan oleh nilai-nilai luhur agama yang lain. Apa lagi di Papua yang notabenenya pengaruh agama suku yang acap kali dapat disuguhkan dan siapapun mudah menoleh hanya karena sedap.

Hal demikian pulah, kaitannya dengan problema social politik di Indonesia secara luas dan khususnya di West Papua secara khusus baik regional maupun nasional yang dinamis dan perakmatis dengan berbagai pendekatan: persuasive, repersip demi keuntungan ekonomi negara dengan peresentasi IPI tanpa membandingkan IPM. Hal ini pun kitalah yang harus menyikapi dan menentukan masa depan bangsa itu utntuk jauh lebih baik dari keadaan hari-hari ini. Berbicara tentang bengsa berarti bukan persoalan kebutuhan primer dan sekunder. Bukan persoalan SARA. Bukan persoalan sudah berpendidikan atau belum berpendidikan, bukan persolan pembangunan insperastruktur. Berbicara masa depan adalah persolan harkat dan martabat bangsa itu sendiri di mata dunia yang patut dihormati oleh orang lain.

Oleh karena itu persolan yang mendasar bagi setiap kita melalui petunjuk Firman Tuhan ini adalah menentukan masa depan pribadimu dengan keluarga tumbuh kembang secara rohani maupun jasmani yang sehat, masa depan bangsamu dimata dunia yang amat terhormat, dan masa depan pribadimu pada penghakiman Allah yang mana tentunya diidam-idamkan setiap kita ada disinya.

MENJADI ORANG-ORANG YANG BEKERJA KERAS (ORA-ETLABORA), (Amsal 6:9-11; 24:30-34)

Pada zaman sekarang dimana manusia sudah sedemikian tinggi peradabannya dan sudah dapat menguasai segala bidang alam bawa sadar, masih bisa terjadi kesulitan dalam perhitungan, pemikiran dan penemuan hal-hal yang baru atau tanda-tanda baru. Sehingga dalam kesuraman akan masa depan orang yang banyak menyerah pada nasib dan bahkan menjadi putus asa, (Gunarsa & Gunarsa, 2001, p. 21).  Hal ini setiap kita yang terutama generasi muda memiliki daya juang, daya menegakan diri dan membentuk masa depannya sendiri, (Gunarsa & Gunarsa, 2001, p. 22) sama seperti Yesus menentukan masa depan dirinya dan umant-Nya melalui jalan salib yang adalah penuh penderitaan secara rohania maupun jasmania.

Untuk “menjadi orang-orang yang bekerja keras (ora-etlabora)”, anda harus bermipi dan bercita-cita menjadi pentu masa depan dengan karisma yang dimilikimu demi menghidupi semua elemen ketahanan hidup maupun usaha. Penentu masa depan pribadi dengan keluarga, pribadi dengan kaum/suku bangsa, pribadi dengan gereja, dan pribadi Tuhan adalah tangga menuju harapan karena kemalangan kita hari esok adalah kemalangan sendiri. Itulah sebabnya, masa depan tempatkan di depan mata kita agar berpacu mengejarnya walapun belum kelihatan enta surge atau neraka, (Giay, 2008, 117-119).


Klause:

Apakah kita mau tangisi terus kapan Yesus akan datang
dan pulikan malapetaka maut?
“Mereka, sudah mendahului kami enta kemana,
kelak akan mengganti generasi mereka oleh kita hari ini,
kiranya mampu mengemudikan keberadaan dirinya
masing-masing secara bertanggung-jawab,
terhadap Tuhan, bangsa, Negara dan yang terutama keluargamu, (Gunarsa & Gunarsa, 2001,9).
Kemalangan hari esok adalah kemalanganmu sendiri!

A M I N

Selasa, 29 Oktober 2019

MASA DEPAN SUNGGUH ADA, DAN HARAPANMU TIDAK AKAN HILANG

RENUNGAN IBADAH KELUARGA A.N. M. MATUAN
Rabu 30 Oktober, 2018
By. J. Hetang Asso
Bacaan Amsal 23:17-21

“…MASA DEPAN SUNGGUH ADA, DAN HARAPANMU TIDAK AKAN HILANG”
 (Amasal 23:18)

BAGIAN I
23:17 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Bagian ini memberikan satu ketegasan untuk orang-orang beriman dapat simak tentang maksud dan kehendak Tuhan bahwa sebagai anak-anak Allah perantaraan Yesus Kristus, cukup kaya secara kaset mata rohani… sekalipun kehidupan secara jasmania hanya pas-pasan dalam pengertiannya bahwa tidak lebih dan tidak kurang. Walaupun secara fisik, bagian-bagian kita dimiliki oleh orang lain diantaranya seperti jabatan, hak waris atau ulayat, kekayaan yang orang lain miliki kita tidak dimiliki, orang lain menyakiti hati kita dengan berbagai cara mereka… dls; kita tidak perlu mengelu bahkan iri dengan orang lain seperti mereka memperlakukan sesamanya tetapi mari kita kejar dan kerjakan hal-hal besar sebagai anak-anak Allah dengan bertekun, setia dan jujur. Sebab akhir-akhir ini banyak hambah-hambah  Tuhan yang mati bukan karena waktunya hanya karena mengejar pekerjaan dan nasip mereka diluar batasan Tuhan.

Saya selaku hambah Allah member tahu bahwa penyakit ini akan dirasakan oleh pejabat-pejabat Papua karena bekerjanya tidak setia, tidak jujur, rakus jabatan, ingin miliki banyak harta, istrinya harus lebih dari 01 dls.

BAGIAN II
23:19 Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar. 23:20 Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. 23:21 Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.

Bagian yang kedua ini ialah, Allah berkehendak memberikan satu petunjuk tentang PERGAULAN agar setiap anak-anak-Nya menjadi BIJAK dan mengejar jalan hidup pada jalan yang BENAR. Allah sama sekali tidak menginginkan anak-anak-Nya menjadi pelaksana pemerintah dalam lingkungan maupun dimana kita berada, hanya ikut-ikutan tanpa tujuan hidup yang benar, hanya cerita-cerita orang tanpa melakukan sesuatu dengan sendirian demi keuntungan pribadi maupun kalayak keluraga dan sesamanya.
Sdr/I’ku yang terkasih….
Jadi dari bagian-bagian ini memberikan satu kepastian harapan bagi anak-anak-Nya bahwa “masa depan sungguh ada…, dan harapanmu tidak akan hilang”.
Tentu saja bahwa setiap insane manusia tidak luput dari tujuan hidup. Terkecuali orang-orang yang tak waras… yang tidak mengenal arti dan tujuan hidup di bumi ini.

Karena Allah telah menegtahui manusia yang sebagai makluk yang sempurna dan mempunyai tujuan hidup yang ditetapkan oleh-Nya, maka perantaraan Salomo di ilhamkan untuk mengetahui bahwa Allah tidak melepaskan tanggungjwabnya masa depan bagi anak-anak-Nya.
Oleh karena itu marilah kita melepaskan sikap kemalasan menata hidup baik, menjahukan iri hati dan saling membenci sesama manusia seperti peristiwa kurisial di kampung dan membiasakan saling mencintai sesama manusia seperti Tuhan mencintai saya dan saudara sekalian.
Sadra/I’ku yang terkasih…
Ingat bahwa BAGI ORANG-ORANG PERCAYA “…MASA DEPAN SUNGGU ADA, DAN HARAPANMU TIDAK AKAN HILANG” 
(Amasal 23:18)
Amin Tuhan Yesus Memberkati wa wa wa……!!!

Aku Buntu

Aku Buntu
Voc. M. Haluk

Aku buntu yang tak berguna
Aku buntu yang di tarik dari api
Kini aku jadi baru oleh karena Yesus

Ref:    Oh Tuhan ini hidupku
    Kupersembahkan bagi kemuliaan-Mu
    Tersera Tuhan Tersera Tuhan Tersera....
    Ini hidupku bagi kemuliaan-Mu